Nama              : Elinta WulandariNPM               : 1261201001096Kelas               : 2D

Nama              : Elinta Wulandari

NPM               : 1261201001096

Kelas               : 2D (Malam)

 

SOAL

  1. Apakah di RT anda sudah menerima BLSM atau tidak?
  2. BLSM yang diberikan tepat sasaran atau tidak?
  3. Apakah pendapat anda tentang BLSM?

JAWAB

  1. Di RT saya untuk saat ini masih belum menerima BLSM
  2. Berhubung di RT saya masih belum menerima BLSM jadi untuk mengetahui tepat sasaran atau tidak masih belum diketahui.
  3. Menurut pendapat saya BLSM yang diberikan tidak bisa membantu perekonomian masyarakat karena bantuan yang diberikan terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan setiap kepala keluarga. BLSM tidak lebih dari sekedar “Sogokan” dengan cara agar pada pemilu tahun depan masyarakat yang menerima BLSM diharapkan memilih partai pada saat ini. BLSM hanya bantuan kebijakan sesaat untuk masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah agar masyarakat tidak mempermasalahkan kenaikan BBM dengan adanya BLSM.
Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

NAMA       : ELINTA WULANDARINPM           : 1261201001096KELAS        :

NAMA       : ELINTA WULANDARI

NPM           : 1261201001096

KELAS        : IID

 

 

 

Dampak Korupsi Terhadap Kota Sampit?

 

Pengertian Korupsi Adalah Tindakan busuk yang biasanya dilakukan oleh pejabat publik yang merugikan Negara, merugikan masyarakat, melawan hukum dan segala tindakan yang memiliki tujuan memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan kebijakan Negara atau fasilitas Negara.

Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan Dampak Korupsi Terhadap Kota Sampit sangat lah berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi dengan membuat ketidakefisienan yang tinggi, Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur serta menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. Kekuasaan politik yang dicapai dengan korupsi akan menghasilkan pemerintahan dan pemimpin masyarakat yang tidak bisa dipercaya di mata publik atau masyarakat. Pengaruh korupsi paling jelas yaitu Negara mengalami kerugian dan membuat rakyat semakin miskin, uang yang seharusnya digunakan untuk masyarakat malah digunakan untuk pejabat-pejabat yang berkuasa. Bila kasus korupsi dibiarkan terus-menerus, pengaruh korupsi yang paling besar adalah perlawanan dari rakyat karena ketidakpuasan Pemerintahan.

Ditinjau dari sudut apapun, korupsi sama sekali tidak memberikan manfaat. Baik kepada Perekonomian,Masyarakat maupun kepada sistem demokrasi politik yang baik.

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

TUGAS PANCASILA

Prilaku yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu Sila ke 4 (empat) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan yang berkenaan dengan masalah ini.
disini saya mengambil contoh tentang kejadian yang beberapa waktu lalu terjadi di Negara kita, permasalahan Hukum antara Koruptor dengan pencuri kakao dan semangka.
Saya tidak tahu apakah Polisi dan Jaksa kita kekurangan pekerjaan sehingga kasus pengambilan 3 biji kakao senilai Rp 2.100 harus dibawa ke pengadilan. Begitu pula dengan kasus pencurian satu buah semangka, di mana kedua tersangka disiksa dan ditahan polisi selama 2 bulan dan terancam hukuman 5 tahun penjara. Sebaliknya untuk kasus hilangnya uang rakyat senilai Rp 6,7 trilyun di Bank Century, polisi dan jaksa nyaris tidak ada geraknya kecuali pak Susno Duadji yang ke Singapura menemui Anggoro salah satu penerima talangan Bank Century. Ini juga membuktikan bagaimana Indonesia yang kaya alamnya ini tidak memberi manfaat apa-apa bagi rakyatnya. Pihak asing bebas mengambil minyak, gas, emas, perak, tembaga senilai ribuan triliyun/tahun dari Indonesia. Tapi rakyat Indonesia mayoritas hidup miskin. Baru mengambil 3 biji kakao saja langsung dipenjara.
Itulah gambaran hukum yang terjadi di Indonesia Tidak adanya keadilan hukuman antara rakyat miskin dengan orang yang berkuasa. Hal inI menunjukkan bahwa hukum di Indonesia dapat dengan mudahnya diperjual belikan bagi mereka yang mempunyai uang. Memang sungguh ironis ini terjadi dinegara kita yang notabennya adalah Negara hukum, tetapi hukum yang berjalan sangatlah amburadul. Seharusnya Pemerintah lebih tegas kepada mafia hukum, yang telah banyak mencuri hak-hak rakyat kecil. Pemberantasan mafia hukum seharusnya segera melakukan langkah-langkah penting. Salah satu yang perlu dilakukan adalah memberikan efek jera kepada para pejabat yang ketahuan memberikan fasilitas lebih dan mudah kepada mereka yang terlibat dalam kejahatan. Selain itu, kepada para pelaku kejahatan yang terbukti mencoba atau melakukan transaksi atas nama uang, harus diberikan hukuman tambahan. Memberikan efek jera demikian akan membuat mereka tidak ingin berpikir melakukan hal demikian lagi.
Dari masalah diatas dapat saya simpulkan bahwa di Negara kita ini sudah tidak memperhatikan dan mentaati nilai-nilai pancasila dalam kehidupan, tidak adanya ketegasan dari Pemerintah terhadap kasus-kasus yang terjadi dan kurangnya kepemimpinan dalam menjamin kerukunan antar umat.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

TUGAS PANCASILA

Prilaku yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu Sila ke 4 (empat) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan yang berkenaan dengan masalah ini.

disini saya mengambil contoh tentang kejadian yang beberapa waktu lalu terjadi di Negara kita, permasalahan Hukum antara Koruptor dengan pencuri kakao dan semangka.

Saya tidak tahu apakah Polisi dan Jaksa kita kekurangan pekerjaan sehingga kasus pengambilan 3 biji kakao senilai Rp 2.100 harus dibawa ke pengadilan. Begitu pula dengan kasus pencurian satu buah semangka, di mana kedua tersangka disiksa dan ditahan polisi selama 2 bulan dan terancam hukuman 5 tahun penjara. Sebaliknya untuk kasus hilangnya uang rakyat senilai Rp 6,7 trilyun di Bank Century, polisi dan jaksa nyaris tidak ada geraknya kecuali pak Susno Duadji yang ke Singapura menemui Anggoro salah satu penerima talangan Bank Century. Ini juga membuktikan bagaimana Indonesia yang kaya alamnya ini tidak memberi manfaat apa-apa bagi rakyatnya. Pihak asing bebas mengambil minyak, gas, emas, perak, tembaga senilai ribuan triliyun/tahun dari Indonesia. Tapi rakyat Indonesia mayoritas hidup miskin. Baru mengambil 3 biji kakao saja langsung dipenjara.

Itulah gambaran hukum yang terjadi di Indonesia Tidak adanya keadilan hukuman antara rakyat miskin dengan orang yang berkuasa. Hal inI menunjukkan bahwa hukum di Indonesia dapat dengan mudahnya diperjual belikan bagi mereka yang mempunyai uang. Memang sungguh ironis ini terjadi dinegara kita yang notabennya adalah Negara hukum, tetapi hukum yang berjalan sangatlah amburadul. Seharusnya Pemerintah lebih tegas kepada mafia hukum, yang telah banyak mencuri hak-hak rakyat kecil. Pemberantasan mafia hukum seharusnya segera melakukan langkah-langkah penting. Salah satu yang perlu dilakukan adalah memberikan efek jera kepada para pejabat yang ketahuan memberikan fasilitas lebih dan mudah kepada mereka yang terlibat dalam kejahatan. Selain itu, kepada para pelaku kejahatan yang terbukti mencoba atau melakukan transaksi atas nama uang, harus diberikan hukuman tambahan. Memberikan efek jera demikian akan membuat mereka tidak ingin berpikir melakukan hal demikian lagi.

Dari masalah diatas dapat saya simpulkan bahwa di Negara kita ini sudah tidak memperhatikan dan mentaati nilai-nilai pancasila dalam kehidupan, tidak adanya ketegasan dari Pemerintah terhadap kasus-kasus yang terjadi dan kurangnya kepemimpinan dalam menjamin kerukunan antar umat.

Sampingan | Posted on by | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar